August 07, 2010

Tahukah Tuan? [1]

Ada aliran listrik di genggaman tangan Tuan.

August 04, 2010

Tahukah Tuan? [2]

Tuan sudah melangkah terlalu jauh.

June 25, 2010

I'M CRAZY ABOUT KRATFWERK





June 10, 2010

I STOP WRITING FOR A WHILE

Sudah terlalu banyak kata di dunia ini Alina, dan kata-kata, ternyata, tidak mengubah apa-apa. Aku tidak akan menambah kata-kata yang sudah tak terhitung jumlahnya dalam sejarah kebudayaan manusia Alina.

(Sepotong Senja Untuk Pacarku - Seno Gumira Ajidarma)


May 12, 2010

CORALINE: A REVIEW



Perkenalan saya dengan gadis kecil bernama Coraline berawal tanpa sengaja. Saat itu saya baru saja selesai menonton film animasi Mary and Max. Setelahnya, saya ketagihan, dan hasil googling mempertemukan saya dengan film animasi lainnya berjudul Coraline.

Film ini diangkat dari sebuah buku anak-anak karangan Neil Gaiman. Karena satu dan lain hal, akhirnya saya malah lebih dulu mendapatkan bukunya daripada filmnya. Berkisah tentang Coraline, gadis kecil pemberani yang baru saja menempati flat baru bersama orang tuanya. Sebagai anak tunggal, ia sering merasa kesepian. Kedua orang tuanya sibuk bekerja, dan jika sedang tidak sibuk, Ayahnya suka memasak resep eksperimen yang sama sekali tak disukainya. Ia sering mengeluhkan keadaan di rumah yang menurutnya tidak menyenangkan.

Coraline yang suka bertualang akhirnya pergi menjelajahi kebun. Ketika semua tempat telah selesai dijelajahi, ia memutuskan untuk menjelajahi bagian dalam flat yang luas. Di dalam ruang duduk, Coraline menemukan pintu rahasia yang akhirnya membawanya ke sebuah tempat yang hampir-hampir tak ada bedanya dengan rumahnya sendiri. Benda-benda di dalam ruangannya sama. Karpetnya sama. Kertas dindingnya juga sama. Di rumah itu bahkan ada dua orang yang begitu persis dengan Ayah dan Ibunya. Yang lebih menyenangkan lagi, di sana Ayah dan Ibunya tidak sibuk bekerja, dan masakan yang tersedia jauh lebih lezat dibanding masakan Ayahnya yang aneh.

Awalnya Coraline luar biasa gembira berada di sana. Namun semuanya berubah jadi seperti mimpi buruk ketika Ibu yang satunya tidak memperbolehkannya pulang. Ia ingin memiliki Coraline. Ia bahkan menculik kedua orangtua Coraline yang asli. Coraline harus berjuang agar bisa mendapatkan kehidupannya kembali.

Pesan moral dalam cerita ini adalah agar kita berhati-hati dengan keinginan kita, karena kita bisa saja mendapatkanya, namun dalam bentuk yang sama sekali tak terduga. Jangan pernah mengeluhkan suatu keadaan, karena kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok: keadaan jadi bertambah buruk, dan kita akan begitu merindukan apa-apa yang pernah kita keluhkan.

Cerita ini sangat memikat hati saya. Pengarangnya lebih dari cerdas dalam merangkai kata. Buku yang diciptakan untuk anak-anak ini sanggup menciptakan ketegangan yang bisa juga dirasakan oleh orang dewasa. Segalanya serba misterius dan membuat penasaran. Saya bahkan ikut-ikutan takut ketika Coraline mendapati Ayah dan Ibunya tiba-tiba hilang tanpa jejak.

Selesai dengan bukunya, saya wajib berburu filmnya. Pengisi suara Coraline diperankan oleh aktris cilik Dakota Fanning. Saya yakin filmnya tidak kalah menghibur. Kalau tidak percaya, silakan intip dulu trailer-nya di bawah ini.

Reply from NY

"..., the one who is perfect is the one who is standing next to her."

I know it's a bullshit, but still, i love it, it's a beautiful bullshit :)

May 06, 2010

BETAPA KEPARATNYA NEGERI ITU

Betapa keparatnya negeri itu. Beli saja semua pemerintahnya yang senang menggadaikan rakyat demi kekuasaan. Gadai sekalian semua isinya, biar rakyat yang sengsara itu lekas mati dicekik hutang. Sudah bosan mereka menonton skenario-skenario murahan. Sudah terlalu lama mereka tersiksa dalam sekarat.

Ah, tapi syukurlah, kami tidak tinggal di negeri nista macam itu. Negeri yang kami tinggali ini aman dan sejahtera. Negeri kami dipenuhi dengan partai-partai yang politikusnya saling berlomba-lomba untuk mensejahterakan rakyat. Negeri kami penuh dengan orang cerdik pandai yang mencintai rakyat di atas segala-galanya.

Hahaha.