Showing posts with label poem. Show all posts
Showing posts with label poem. Show all posts

May 06, 2010

BETAPA KEPARATNYA NEGERI ITU

Betapa keparatnya negeri itu. Beli saja semua pemerintahnya yang senang menggadaikan rakyat demi kekuasaan. Gadai sekalian semua isinya, biar rakyat yang sengsara itu lekas mati dicekik hutang. Sudah bosan mereka menonton skenario-skenario murahan. Sudah terlalu lama mereka tersiksa dalam sekarat.

Ah, tapi syukurlah, kami tidak tinggal di negeri nista macam itu. Negeri yang kami tinggali ini aman dan sejahtera. Negeri kami dipenuhi dengan partai-partai yang politikusnya saling berlomba-lomba untuk mensejahterakan rakyat. Negeri kami penuh dengan orang cerdik pandai yang mencintai rakyat di atas segala-galanya.

Hahaha.

April 25, 2010

SEPINGGAN SAJAK SEPI

(Esha Tegar Putra)

tentunya kita tak bakal saling melupa, sekarang aku sepinggan
sajak sepi, sedangkan kau sebentuk kata hati

tentunya kau tak akan pernah mengira bahwasanya aku akan
mempunyai sepasang mata berbahaya, mata yang bisa memandang
tembus lewat sesela angin (maka dari jauh, dari jarak yang tak bisa
kau tebak, pastinya aku akan menatapmu dengan penuh malu)

aku juga seorang penujum yang tahu di tempat mana kau
sembunyikan rasa sakit, ke sudut mana kau benamkan kenangan geli
yang selalu ingin kau nikmati sendiri

pastinya aku tak akan banyak berucap dan bergumam lagi
tapi piuhan mantra dan jimat penghela akan kudedahkan
(bagi siapa saja yang menyembunyikan kenangan
ke pucuk paling rahasia)

aku juga akan mengobati kau, jika dalam sakit
aku akan menyajikan sepunggung tulang
agar kau kuat dalam mengingat dan sigap berucap

tetap saja aku akan kau maknai sepinggan sajak sepi
sebab kau sebentuk kata hati
dan kita pastinya akan cepat bertemu jika sakit melibatkan diri

April 19, 2010

A Beautiful Irony

The days we best understand each other are the days when we are no longer together.

February 18, 2010

SILENCE IS GOLDEN

Ada yang tengah menelan segala perihnya bulat-bulat.

Tanpa dikecap, tanpa dikunyah, tanpa dirasa-rasa, tanpa ditimbang-timbang, tanpa prasangka, tanpa banyak tanya. Dalam sunyi.

Sebab, diam itu emas.

February 06, 2010

LEBIH BAIK MEMIKIRKAN KAMU

Selain meraih Nobel Perdamaian, Ia juga dibuatkan patung di Taman Menteng, tapi tahukah kau apa yang dilakukannya? Ia terus menambah pasukan ke Afghanistan.

Ah, sudahlah.

Sudahlah, tinggalkan sejenak kekonyolan tentang dia. Abaikan dulu kesumpekan Jakarta. Let me forget that dirty big world. Malam ini hendak kututup dengan memikirkan kamu.

Yes, you.

You, and the pretty disorder you bring into my quite little world.

Desember 2009

February 05, 2010

SAJAK TENTANG PERIH

Entah kenapa, aku sedang enggan bicara tentang perih.
Aku juga tak hendak menuliskannya dalam sajak ini.
Atau di manapun.

Aku bahkan pura-pura tak merasakannya.

Februari 2010

February 04, 2010

CONGRATULATION

Tak habis-habisnya aku dibuat takjub: betapa Tuhan sangat menyayangimu.

January 04, 2010

PENGAMEN

Harusnya sekarang sedang asyik baca buku di rumah
supaya besok gede bisa jadi pengacara
atau mungkin ahli fisika.

Tapi gara-gara miskin
jadinya terpaksa nyanyi-nyanyi di atas bus kota.

Ah, sedih aku dek membayangkan masa depanmu.

Januari 2010

January 03, 2010

AIR WUDU

Aduh damainya waktu kita sedang saling bersinggungan.
Syukurlah kau bisa kutemui lima kali dalam sehari.

Januari 2010

January 01, 2010

HUJAN TURUN DI PAGI HARI IBU [1]

Setelah berhari-hari dilanda kering, hujan turun di pagi Hari Ibu, dan seketika bumi jadi basah. Benar-benar persis seperti Ibuku: air pelepas dahaga yang tiada henti-hentinya mengaliri hidupku.

22 Desember 2009

HUJAN TURUN DI PAGI HARI IBU [2]

Hujan turun di pagi Hari Ibu.
Manis dan syahdu.
Seperti cinta Ibuku buat aku.

22 Desember 2009

December 03, 2009

MENGHENTIKAN MACET, EH, WAKTU

Tiap kali terjebak macet, aku suka merinding membayangkan detik-detik yang berloncatan ke jalan lalu berlarian secepat kilat meninggalkan pemiliknya, yang hanya bisa duduk pasrah dalam kendaraan yang cuma bergerak barang satu dua inci tiap lima belas menit sekali. Karena ketika iring-iringan kendaraan itu seakan membeku, detik-detik itu tidak berhenti. Ia kabur bersama tabungan waktu yang telah kukais dengan susah payah. Dicurinya waktu untuk kuhabiskan bersama Ibuku. Dicurinya pula waktu istirahatku. Bahkan usiaku.

Kalau sudah begini, aku jadi sering berkhayal aku bisa menghentikan waktu. Hanya itu pilihan yang masuk akal.

Sebab aku sudah lama sadar bahwa macet rupanya mirip kematian. Tak mungkin dihentikan.

Desember 2009

December 01, 2009

POSTCARD FROM NY

Friendship IXX

And a youth said, ‘Speak to us of Friendship.’

Your friend is your needs answered.

He is your field which you sow with love and reap with thanksgiving.

And he is your board and your fireside.

For you come to him with your hunger, and you seek him for peace.

When your friend speaks his mind you fear not the ‘nay’ in your own mind, nor do you withhold the ‘ay.’

And when he is silent your heart ceases not to listen to his heart;

For without words, in friendship, all thoughts, all desires, all expectations are born and shared, with joy that is unacclaimed.

When you part from your friend, you grieve not;

For that which you love most in him may be clearer in his absence, as the mountain to the climber is clearer from the plain.

And let there be no purpose in friendship save the deepening of the spirit.

For love that seeks aught but the disclosure of its own mystery is not love but a net cast forth: and only the unprofitable is caught.

And let your best be for your friend.

If he must know the ebb of your tide, let him know its flood also.

For what is your friend that you should seek him with hours to kill?

Seek him always with hours to live.

For it is his to fill your need, but not your emptiness.

And in the sweetness of friendship let there be laughter, and sharing of pleasures.

For in the dew of little things the heart finds its morning and is refreshed.

Khalil Gibran

PS. This poem has soo much reminds me of Vita and Lina. For all Gibran has define I had the big pictures on my mind. It ain’t words neither sentences. It’s picture of both of you.

Miss You,
Resya

November 18, 2009

JAKARTA

"Nak, Jakarta itu bukan melulu monas yang tiangnya megah menopang bongkahan emas, bukan cuma wahana bermain mewah yang seolah mampu membeli semua mimpi anak-anak, bukan hanya gedung-gedung bertingkat yang gemerlapan dengan lampu ribuan watt.

Jakarta itu Nak, adalah penghamburan waktu luar biasa akibat macet di mana-mana, adalah banjir setinggi lutut tiap kali musim hujan tiba, adalah manusia paruh baya yang tidur menggigil di kolong jembatan. Jakarta adalah bayi masih merah yang diajak mengemis di bawah terik matahari, adalah perempuan hamil yang berlarian mengejar bus kota, lalu kena sikut dan jatuh tersungkur waktu sedang berebut di pintu masuk. Jakarta, adalah juga pemuda-pemuda yang gentayangan di pinggir jalan, sambil mengamen sambil menodong sebab perut mereka lapar.

Jakarta, Nak, sudah penuh sesak oleh kemiskinan. Ia tidak mengharapkan kedatanganmu. Sementara becak tua yang kau kayuh saban hari melewati seluruh penjuru kampung sampai betismu yang kerempeng itu bengkak sebesar kelapa, jauh lebih membutuhkanmu." sahut Ibuku waktu kuutarakan padanya niat hendak merantau ke Jakarta.

Jakarta, November 2009

November 06, 2009

BERJALAN MENUJU IKHLAS

Perjalanan ini perlahan tapi pasti mengarahkan aku ke sebuah bilik tersembunyi di sudut hati, dimana kutemui di dalamnya pasrah yang sering datang dan pergi, benci yang sering datang dan pergi, berganti-ganti menempati hanya satu posisi, hingga pada akhirnya aku tersadar bahwa ikhlas ternyata adalah perjalanan seumur hidup, dan pada tiap tapak jalan panjang yang masih harus terus kulalui ini, aku belajar untuk dewasa.

November 2009

October 27, 2009

Antara aku dan Tuhan

Apa yang tengah aku rasakan
tak hendak kuceritakan:
hanya aku dan Tuhan yang tahu,
romantis bukan?

Oktober 2009

October 01, 2009

GIRL IN POSTCARD

(untuk FS)

Gadis manis berkulit sawo matang itu kukira hanya hidup di dalam kartu pos. Ada gambarnya di pinggir jembatan di Leiden. Ada pula gambarnya di kaki Eiffel yang megah. Dan semuanya, memang cuma sebentuk gambar di kartu pos.

Tapi pada suatu petang, tiba-tiba gadis itu datang. Sambil tersenyum hangat dia duduk di hadapanku, lantas kita berbincang-bincang, persis seperti dua kawan lama. Waktu malam menjelang, dia pamit pulang, lalu meluncur masuk ke dalam kopaja. Ah, begitu manis hingga terasa seperti mimpi saja.

30 September 2009

August 18, 2009

MENJELANG RAMADHAN

Kepada beras, kepada kangkung
kepada segala macam sayuran
kepada tempe, kepada tahu
dan segala rupa lauk-laukan:

sebentar lagi ramadhan
semoga harga kalian, tidak berlonjakkan
mereka tidak kuat, puasa sehari semalaman.

Agustus 2009

August 12, 2009

PERPISAHAN

(untuk RK)

Duhai perpisahan,

Sejujurnya aku tiada sedikit pun terkejut ketika kutemui kau di penghujung petang, menyeruak datang, lantas menghamburkan duka. Sebab dulu sempat kupergoki wajahmu menyelinap dalam perjumpaan, diam-diam menyetorkan waktu pada semesta. Dan sejak saat itu, hidup bagai menghitung mundur sampai tiba saatnya kau jemput kembali tiap-tiap yang pernah berjumpa.

Duhai perpisahan,

Aku tak hendak main kucing-kucingan. Aku pasrah pada kodrat bahwa kau mesti hadir sebagai penutup segala perjumpaan. Sebab tanpa campur tanganmu dalam adonan hukum alam, kue bernama perjumpaan takkan pernah matang dari loyang semesta.

Duhai perpisahan,

Selayaknya pelawak yang telah menandatangani kontrak, aku tahu mangkuk yang menampung perjumpaan itu sudah waktunya retak. Dia lalu mesti pecah, lantas dibiarkan tumpah. Tak apa, aku bisa mengerti. Sejatinya perjumpaan memang cuma datang bertandang, selebihnya dia harus kau bawa pulang.

Agustus 2009

August 08, 2009

HATI DAN SATU HAL YANG TAK KUNJUNG SELESAI

Kamu.