

Perkenalan saya dengan gadis kecil bernama Coraline berawal tanpa sengaja. Saat itu saya baru saja selesai menonton film animasi Mary and Max. Setelahnya, saya ketagihan, dan hasil googling mempertemukan saya dengan film animasi lainnya berjudul Coraline.
Film ini diangkat dari sebuah buku anak-anak karangan Neil Gaiman. Karena satu dan lain hal, akhirnya saya malah lebih dulu mendapatkan bukunya daripada filmnya. Berkisah tentang Coraline, gadis kecil pemberani yang baru saja menempati flat baru bersama orang tuanya. Sebagai anak tunggal, ia sering merasa kesepian. Kedua orang tuanya sibuk bekerja, dan jika sedang tidak sibuk, Ayahnya suka memasak resep eksperimen yang sama sekali tak disukainya. Ia sering mengeluhkan keadaan di rumah yang menurutnya tidak menyenangkan.
Coraline yang suka bertualang akhirnya pergi menjelajahi kebun. Ketika semua tempat telah selesai dijelajahi, ia memutuskan untuk menjelajahi bagian dalam flat yang luas. Di dalam ruang duduk, Coraline menemukan pintu rahasia yang akhirnya membawanya ke sebuah tempat yang hampir-hampir tak ada bedanya dengan rumahnya sendiri. Benda-benda di dalam ruangannya sama. Karpetnya sama. Kertas dindingnya juga sama. Di rumah itu bahkan ada dua orang yang begitu persis dengan Ayah dan Ibunya. Yang lebih menyenangkan lagi, di sana Ayah dan Ibunya tidak sibuk bekerja, dan masakan yang tersedia jauh lebih lezat dibanding masakan Ayahnya yang aneh.
Awalnya Coraline luar biasa gembira berada di sana. Namun semuanya berubah jadi seperti mimpi buruk ketika Ibu yang satunya tidak memperbolehkannya pulang. Ia ingin memiliki Coraline. Ia bahkan menculik kedua orangtua Coraline yang asli. Coraline harus berjuang agar bisa mendapatkan kehidupannya kembali.
Pesan moral dalam cerita ini adalah agar kita berhati-hati dengan keinginan kita, karena kita bisa saja mendapatkanya, namun dalam bentuk yang sama sekali tak terduga. Jangan pernah mengeluhkan suatu keadaan, karena kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok: keadaan jadi bertambah buruk, dan kita akan begitu merindukan apa-apa yang pernah kita keluhkan.
Cerita ini sangat memikat hati saya. Pengarangnya lebih dari cerdas dalam merangkai kata. Buku yang diciptakan untuk anak-anak ini sanggup menciptakan ketegangan yang bisa juga dirasakan oleh orang dewasa. Segalanya serba misterius dan membuat penasaran. Saya bahkan ikut-ikutan takut ketika Coraline mendapati Ayah dan Ibunya tiba-tiba hilang tanpa jejak.
Selesai dengan bukunya, saya wajib berburu filmnya. Pengisi suara Coraline diperankan oleh aktris cilik Dakota Fanning. Saya yakin filmnya tidak kalah menghibur. Kalau tidak percaya, silakan intip dulu trailer-nya di bawah ini.

