April 28, 2010

BEEN THERE DONE THAT

Tadi pagi saya mampir ke bank terdekat. Biasa, tanggal-tanggal gajian memang waktunya untuk melunasi tagihan-tagihan. Salah satu tagihan yang saya selesaikan adalah tagihan pulsa yang saya bayarkan tiap bulan. Sesuai prosedur, di slip setor tunai, saya tuliskan alamat rekening dituju, nama pemilik rekening, dan nama saya selaku penyetor.

Teller yang menerima saya, jika ditilik dari wajahnya yang masih muda, dan dilihat dari pakaiannya yang hanya kemeja putih polos, saya duga statusnya masih training atau yang sejenisnya. Benar saja, dugaan saya terbukti. Dari awal hingga akhir kami bertransaksi, berkali-kali dia salah menyebut nama saya. Dia memanggil nama saya sesuai nama yang saya cantumkan di kolom pemilik rekening. Mungkin ia masih belum paham benar konsep setor tunai. Ia belum bisa membedakan yang mana pemilik rekening, dan yang mana penyetor uang.

Melihat itu semua, saya jadi teringat diri saya sendiri waktu pertama kali bekerja hampir lima tahun yang lalu: sarjana bau kencur yang tidak punya pengalaman sama sekali. Saya benar-benar tidak paham apa yang dimaksud dengan ordner. Saya tidak tahu cara mempergunakan mesin fax dan mesin fotokopi. Saya bahkan memberi tahu seseorang bahwa ada telepon yang berdering berkali-kali dan perlu diangkat, padahal itu dering mesin fax. Dan saya masih ingat betul closing pertama pada bulan pertama saya bekerja: saya dan pak bos lembur sampai tengah malam membetulkan hasil pekerjaan saya yang kacau semua. Haha.

Jadi, untuk teller barusan, tak usah berkecil hati. Saya maklum semaklum-maklumnya. Been there done that!

0 comments:

Post a Comment