I believe that banking institution is more dangerous to our liberties than standing armies. The issuing power of money should be taken away from the banks and restored to the people whom it belongs.
(Thomas Jefferson)
The Greenback, begitu orang ramai menjuluki dolar, tidak hanya digunakan di dalam negeri saja, bahkan menjadi cadangan devisa utama bagi negara-negara dunia. Di akhir 90-an, 70 persen cadangan devisa dunia dipenuhi dengan dolar. Pamor dolar memang agak sedikit surut ketika euro -saudara mudanya sesama fiat money- mulai diperkenalkan. Euro mulai mengambil share hampir 25 persen di akhir 2005, sementara dolar sedikit menciut hingga tinggal sekitar 65 persen.
Berapa peredaran dolar yang dipompa keluar dari Amerika setiap harinya? Diperkirakan lebih dari 1.5 milliar dolar AS. Dengan menimbang produksi untuk satu dolarnya kurang dari satu sen, maka sudah pasti dolar bukan sekedar mata uang, tapi telah menjadi produk ekspor paling unggul Amerika19.
Bagaimana dolar bisa menjadi begitu besar pengaruhnya? Siapa tim sukses di belakangnya? Apa dampaknya bagi perekonomian dunia?
Cek Kosong Yang Sakti
Ada yang menggambarkan dolar seperti cek kosong. Penerbit cek adalah orang terpandang. Ia bukan hanya dihormati, tapi juga dianggap sebagai sesepuh yang mapan. Ia tidak kaya raya, memang, tapi paling tidak, mobil yang ia pakai dan rumah yang ia diami, meski hanya pinjaman, telah membuat citra baru dirinya sebagai orang kaya. Bila ia menghendaki sesuatu, cukup baginya menulis cek.
Penerima cek tak secuil pun meragukan ceknya. Kenapa? Karena penulisnya adalah orang terpandang dan terhormat. Tak mungkin ia melakukan penipuan. Padahal, cek yang ditulis ini sebetulnya tidak ada dananya alias kosong. Si penulis cek tidak memiliki dana yang cukup di bank. Kalau saja si penerima cek membawanya ke bank untuk mencairkannya, tentu bank akan menolaknya.
Namun, dengan kekuatan pencitraan tadi, si penerima cek tidak pernah datang ke bank. Ia tidak merasa perlu untuk mencairkan ceknya. Ia tidak peduli apakah cek itu benar-benar ada dananya, sehingga tak perlu ia datang ke bank untuk mencairkannya. Ia, dan banyak lagi penerima cek dari penulis yang sama, tidak merasa perlu mempersoalkan cek itu, dan bahkan menjadikan cek itu sebagai alat pembayaran yang bisa dipindah-pindahkan dari orang yang satu ke orang yang lainnya. Karena kelihaian si penulis cek, dunia internasional pun tersihir. Bahkan, semua pasar komoditi, tak terkecuali mereka para makelar minyak, menerima penjualan emas hitamnya dengan cek itu juga.
Praktis, setiap orang penerima cek hanya menyimpan, mensirkulasikan, dan menimbunnya. Mereka tidak pernah datang untuk mencairkan ceknya. Bahkan mereka ikut-ikutan menggunakan cek itu sebagai alat pembayaran.
Dalam logika keuangan, cek tak ubahnya utang. Dimana si penulis cek memiliki utang kepada si penerima cek. Kalau si penerima mau, ia bisa datang ke bank yang ditunjuk untuk mencairkan ceknya. Namun, selama cek itu tidak benar-benar dicairkan, si penulis cek akan terbebas dari tagihan pembayaran.
Ilustrasi ini menggambarkan bagaimana dolar, yang tak ubahnya cek kosong, meluas pengaruhnya menjadi alat transaksi global. Pengaruhnya semakin mendunia ketika dolar disepakati sebagai satu-satunya alat pembayaran resmi minyak. Negara-negara industri yang tidak memiliki sumber daya minyak seperti Jepang dan Cina, tak pelak perlu menyimpan dolar dalam devisa mereka untuk keperluan pembelian minyak bagi industrinya.
The Federal Reserve
When you or I write a check there must be sufficient funds in our account to cover the check, but when the Federal Reserve writes a check, there is no bank deposit on which that check is drawn. When The Federal Reserve writes a check, it is creating money 20.
Siapa yang bisa memaksakan kertas menjadi berharga seperti emas? Siapa yang bisa menulis cek kosong tanpa pernah dikomplain? Tidak lain adalah The Federal Reserve System atau disingkat Federal Reserve atau lebih pendek lagi The Fed. Bagaimana cek kosong itu bisa dikeluarkan?
Di bawah payung Federal Reserve Act, 1913, The Fed lah yang berhak menerbitkan dan mencetak dolar, bukan Departemen Keuangan (U.S Treasury). Disinilah keanehannya. Sebuah institusi yang memiliki otoritas untuk mencetak uang, bukan dimiliki oleh negara. Sebaliknya, oleh sekelompok pemilik swasta. Inilah ruang yang longgar untuk bisa melakukan eksploitasi atas sesamanya. Kesempatan untuk memonopoli keuangan global, atas nama warga Amerika.
Warga Amerika boleh jadi bangga karena mata uang mereka, melalui The Fed, menjadi mata uang internasional yang paling berpengaruh. Namun ada juga anggota Kongres yang mencium rencana jahat dengan menyebut The Fed sebagai tukang monopoli. Louis T. McFadden, Chairman of the Comittee on Banking and Currency, pada tanggal 10 Juni 1932 mengungkapkannya kepada publik 21.
Some people think The Federal Reserve is The United States government’s institutions. They are not government institutions. They are private credit monopolies which prey upon the people of United States for the benefit of themselves and their foreign swindlers.
Laiknya negara besar, AS memiliki banyak negarawan dengan visi jangka panjang. Termasuk negarawan yang memiliki visi bagaimana keuangan semestinya dikelola. Bahkan sebelum The Fed didirikan, beberapa diantaranya mengingatkan bahayanya ketika institusi bank yang menerbitkan uang diserahkan kepada segelintir orang. Mereka bisa bertindak bukan atas nama dan kepentingan negara, tapi bergerak untuk mengeruk profit bagi pundi-pundi keuangan mereka sendiri.
Presiden Andrew Jackson (1836) dengan tegas mengingatkan:
If Congress has the right to issue paper money, it was given to them to be used by the government, and not to be delegated to individuals or corporations.
Berbeda dengan presiden AS ke-7 itu, Presiden AS ke-3, Thomas Jefferson, seperti dikutip di awal bagian ini, menyatakan institusi bank bisa jauh lebih berbahaya ketimbang tentara musuh. Karena itu, Jefferson merekomendasikan agar kekuasaan untuk menerbitkan uang dicabut dari bank dan diberikan kepada mereka yang lebih berhak.
Namun, peringatan para mantan presiden itu hanya disimpan dalam rak-rak buku museum. Kekuatan manusia-manusia serakah yang menduduki kursi kekuasaan berhasil meredamnya. Buktinya, legislasi yang mengukuhkan berlakunya Federal Reserve System bisa disahkan. Meskipun secara tersirat, pengesahan ini lagi-lagi ditentang oleh presiden yang berkuasa saat itu, Woodrow Wilson (1913-1921):
A great industrial nation is controlled by its system of credit. Our system of credit is concentrated in the hands of few men. We have come to be one of the worst ruled, one of the most completely controlled and dominated governments in the world. No longer a government of free opinion, no longer a government by conviction and vote of the majority, but a government by the opinion and duress of small groups of dominant men.
Wilson boleh saja menyindir segelintir orang yang berkuasa itu, namun sejarah juga yang membuktikan, penampilan mereka sangat perkasa. Segelintir orang yang menguasai keuangan dunia. Mereka, seperti dikatakan Jefferson, memang lebih berbahaya daripada tentara musuh yang kelihatan. Karena melalui keuangan global, kolonialisme tidak lagi terjadi secara kasat mata. Penjajahan dunia tidak lagi perlu meneteskan darah sedikitpun. Kolonialisme yang menimbulkan kesengsaraan dan penderitaan cukup diatur oleh segelintir orang dari tempat yang jauh. Tanpa bau mesiu, tanpa gedubrak-gedubruk, cukup dengan dentingan segelas martini.
Dollar Over Hang
Pada tahun 60-an, suplai dolar AS terus meningkat mengakibatkan dolar terdepresiasi terhadap mata uang asing. Peningkatan suplai dolar ditengarai sebagai akibat pengeluaran pemerintah AS yang terus meningkat, khususnya untuk membiayai Perang Vietnam dan belanja program sosial Presiden Johnson.
Suplai dolar yang meningkat juga mengerek tingkat inflasi AS. Harga-harga produk AS meningkat sehingga tidak bisa berkompetisi dengan produk asing. Akibatnya impor cenderung mengungguli ekspor. Terjadi defisit perdagangan AS, surplus dolar ternyata juga menimbulkan masalah. Adalah Robert Triffin, ekonom Belgia yang menjadi profesor ekonomi di Yale University yang mengungkapkan apa yang disebutnya sebagai dolar over hang. Ini terjadi ketika nilai dolar yang disimpan sebagai cadangan devisa oleh negara-negara mitra AS telah melampaui nilai emas yang disimpan AS sebagai cadangan setiap dolar yang mereka cetak pada kurs 35 dolar per ons. Dolar over hang terjadi pada tahun 1960 dan semakin memburuk pada tahun-tahun sesudahnya.
Karena melihat fakta memburuknya kondisi dolar, tantangan dan kritikan terus disampaikan khususnya oleh beberapa negara dengan reserve dolar dominan seperti Perancis, Inggris, dan Jerman. Adalah Charles De Gaulle, presiden Perancis ke-5, yang secara terbuka menyerang eksistensi dolar dan mengundang negara-negara dunia lainnya untuk menciptakan regim moneter yang kembali kepada emas. De Gaulle tidak main-main. Ia mengapalkan dolar AS kembali ke Amerika dan meminta untuk diganti dengan emas. Tahun 1965, De Gaulle memerintahkan Perancis mengonversi 150 juta dolar AS ke dalam emas. Ia juga merencanakan untuk menukarkan dolar dalam jumlah yang sama, begitu penukaran yang pertama sukses. Tindakan itu kemudian diikuti oleh Spanyol yang menukarkan 60 juta dolar AS ke dalam emas.
Langkah ini sangat memukul Amerika Serikat. Simpanan emas mereka di Fort Knox berkurang senilai 100 juta dolar AS. Presiden Johnson gelagapan dan segera memutar otak mengantisipasi gelombang penukaran dolar ke emas yang bisa membahayakan stabilitas dolar dan membawa Amerika Serikat ke jurang petaka ekonomi. Kongres pun menyetujui proposal Johnson untuk mengurangi 25 persen emas yang dijadikan back up dolar.
Sementara itu dolar over hang semakin memburuk. The Fed mencetak dolar lebih banyak untuk membiayai pengeluaran pemerintah dan belanja militer. Ini mengakibatkan dolar yang disimpan sebagai cadangan devisa di luar AS meningkat drastis. Diperkirakan, pada tahun 1971, nilainya mencapai 50 miliar dolar AS, sementara cadangan emas AS hanya senilai 15 juta dolar AS. Inilah yang menyebabkan Presiden Nixon melempar handuk. Pada bulan Agustus 1971, dia mencabut konvertibilitas dolar, yang menandai berakhirnya sistem Bretton Woods 23.
Mulai saat itu, dolar diserahkan sepenuhnya kepada pasar dan tidak lagi di-back up dengan emas sama sekali. Atau dengan kata lain, pemerintah AS tidak lagi melayani pihak manapun yang hendak menukarkan dolarnya dengan emas.
Bagi segelintir orang yang berkuasa, inilah periode yang mereka nanti-nantikan. Karena setelah keberanian Presiden Nixon ini, regim moneter dunia benar-benar akan sangat terkontrol pada manusia-manusia tertentu, bukan lagi tunduk kepada emas.
Apa artinya? Inilah awal dolar tidak lagi sebagai mata uang yang netral. Ia sudah menjadi alat yang bisa digunakan sebagai eksploitasi. Ia sudah menjadi Green Evil. Alat untuk menjaga supremasi dan superioritas AS atas negara-negara lain. Dimana, kata Henry CK Liu, negara AS lah yang boleh mencetak dolar. Sedang masyarakat dunia lainnya menyediakan barang dan jasa yang bisa ditukar dengan dolar.
Endnotes
19William Bonner & Addison Wiggins: Financial Reckoning Day. Hal.7
20 Dinyatakan secara resmi oleh Boston Federal Reserve Bank. Lihat di http://www.freedomdomain.com/bankquot.html
21 Ibid.
22 Berlaku pertama kali sejak tahun 1957.
23 Sistem ini diratifikasi oleh 44 negara pada tahun 1944, dimana dolar AS berperan sentral dalam sistem moneter dunia. Dolar bisa dijadikan sebagai cadangan devisa. Untuk setiap 35 dolar AS ekual dengan satu ons emas.
(The Satanic Finance – A. Riawan Amin)


0 comments:
Post a Comment