February 19, 2009

JARAK USIA

Usiaku lagi-lagi bertambah satu.
Entah sudah kali yang keberapa,
semenjak aku mengenalmu.
Namun sampai hari ini,
aku masih belum dapat menyusul kamu.

Tentu saja,
aku memang tidak bakal bisa mengejar kamu.
Waktu aku lahir,
kamu sudah berlari jauh di depanku.
Dan tiap kali usiaku tambah satu,
begitu pula yang terjadi dengan usiamu.

Kadang-kadang aku membayangkan,
andai kita merayakan usia tujuh belas bersama,
mungkin saat ini kita bisa berjalan berdampingan.
Kamu tidak perlu berada jauh di depan,
sementara aku susah payah menyusul berlarian,
dan berharap kamu sudi mengurangi kecepatan.
Lalu pada saat kita duduk berhadapan,
usiaku sudah mantab dibalut kedewasaan,
sehingga tidak ragu bicara tentang masa depan.

Tapi tentu saja semua itu hanya andaikan.
Kamu sudah melesat jauh ke depan,
dan sampai pada haluan.
Aku pun tak hendak lagi mempertanyakan.
Jawabannya kurasa telah aku temukan:
Tersembunyi pada jarak di mana usia kita berpautan.

Februari 2009

0 comments:

Post a Comment