April 14, 2009

KAU AKAN MENJELMA KEMBALI

Hatiku kini ibarat biksu muda yang tengah mempelajari Budha di sebuah kuil di Dharamsala: berusaha memaknai cinta melebihi cara yang ditawarkan dunia. Ingin mencintaimu, dengan cara yang lebih mulia.

Dan apabila hatiku adalah biksu muda yang setia pada seluruh silsilah Rinpochi, dia mencoba percaya bahwa kau juga tentu mengalami reinkarnasi. Semenjak hatiku kehilanganmu, aku mencoba percaya bahwa setiap keindahan yang kutemui mungkin saja adalah kamu.

Kau bisa menjelma kembang bermekaran, yang mencoba mengisyaratkan bahwa dunia begitu indahnya sehingga tangis tak diperlukan. Kau bisa menyamar ke dalam secangkir coklat panas, yang selalu sanggup menebarkan hangat. Kau bisa merasuk ke dalam alunan jazz, yang tak pernah gagal menciptakan gembira. Kau mungkin melebur di dalam cinta para sahabat, dan diam-diam berbisik padaku bahwa aku tak pernah sendirian. Kau menemani, dalam beragam bentuk yang mungkin tak kusadari.

Atau, kau mungkin menjelma ke dalam tubuh seseorang entah siapa, yang pada suatu hari datang menawarkan cinta. Dengan hati serupa penganut Budha yang beriman pada reinkarnasi, kurasa aku harus selalu percaya bahwa kau akan menjelma kembali.

April 2009

0 comments:

Post a Comment