September 05, 2009

CARD KEEPER

Karena kartu telepon genggamnya tidak bisa digunakan selama berada di New York, sahabat saya menitipkan kartu itu kepada saya dan sahabat saya yang satu lagi. Pada saat kepulangannya ke tanah air kelak, dia bercita-cita untuk terus menggunakan kartu yang sudah dipakainya selama hampir delapan tahun tersebut.

Dia meminta tolong kepada kami, untuk rajin-rajin mengecek masa kedaluwarsa kartu telepon genggamnya, lalu berjanji untuk mengirim sejumlah uang guna membeli isi ulang kartu tersebut. Supaya tidak mubazir, kami sepakat menggunakan pulsa kartu tersebut untuk meneleponnya ke New York.

Karena dianggap lebih peka terhadap urusan-urusan macam begitu, didaulatlah saya untuk menyimpan kartu tersebut. Sebenarnya sih, saya agak cemas, takut kartu tersebut hilang atau apa. Tapi sahabat saya yang satu lagi bersikeras mempercayakannya pada saya.

Jadi, sekarang, kartu itu tersimpan di bagian dompet saya yang paling aman. Kalau sedang teringat akan keberadaan kartu tersebut, di malam hari saya sering sengaja mengecek dompet untuk memastikan bahwa kartu itu masih berada di tempatnya, lalu berangkat tidur dengan lega demi mengetahui dia masih berada di sana. Ajaib, betapa benda semungil itu sanggup membuat saya merasa jadi seseorang yang amat penting.

0 comments:

Post a Comment