(mengenang pernikahan Ika: 8 November 2008)
Tahun pernikahan belum berakhir. Setelah Idul Fitri usai, akhir pekan saya kembali padat dengan jadwal menghadiri undangan pernikahan, terus hingga akhir tahun. Dan seperti sebelumnya, saya kembali dipercaya untuk membagikan undangan pernikahan. Kali ini lebih serius. Bukan cuma sekedar kabar lewat email atau sms, melainkan 23 buah kartu undangan yang harus segera berada di tangan penerimanya, dalam waktu kurang dari satu minggu.
Terus terang, pada saat menerima tugas itu, sebenarnya saya cuma asal mengiyakan, karena waktu itu saya tengah sibuk menyelesaikan tugas kantor menjelang deadline, dan sibuk mengurusi beberapa hal lainnya. Sempat terpikir oleh saya untuk menyerahkan setumpuk undangan itu pada beberapa kawan yang punya waktu lebih luang. Tapi naluri alamiah saya sebagai seorang Control Freak tidak mengizinkan itu. Dalam pikiran saya, rasa-rasanya cuma saya yang mampu melakukannya. Saya lebih suka terseok-seok menyelesaikan semuanya, daripada harus menyerahkannya pada orang lain, dan menempuh resiko gagal.
Tapi tetap saja, pada prakteknya, proses distribusi setumpuk undangan itu tidak bisa tidak melibatkan beberapa kawan yang untungnya berbaik hati membantu saya. Tugas saya hanya sekedar membagi undangan-undangan itu menjadi beberapa kelompok wilayah penerima, menentukan siapa yang akan saya titipi undangan untuk siapa, serta menentukan waktu dan tempat pertemuan. Lalu apabila si calon penerima tidak punya waktu untuk menemui saya, terpaksa saya hanya akan mengirimkannya sms yang berisi waktu dan tempat acara.
Di balik ketakutan saya kalau-kalau setumpuk undangan itu tidak dapat sampai sebelum waktunya, sejujurnya saya sangat menikmati kegiatan itu. Bukan cuma sekedar menikmati kebahagiaan dapat menolong orang lain, dan kenikmatan menguji diri atas sebuah tantangan, di atas segalanya, saya sangat menikmati peran saya sebagai seseorang yang mengatur segalanya. Hahaha. Walaupun sesungguhnya mereka melakukan itu bukan karena saya, melainkan karena undangan yang berada di tangan saya, tetap saja, semua orang bergerak atas instruksi saya. Hahaha.
Demikianlah akhirnya sampai 23 buah kartu undangan itu tiba sebelum waktu acara. Tidak hanya menyebabkan kawan saya yang menikah merasa berbahagia, juga menghantarkan saya pada kepuasan yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata.


0 comments:
Post a Comment