November 05, 2008

I’M SLIPPING A STEP [2]

Bahwa bos saya adalah seseorang yang arogan, itu mungkin saja. Tapi satu hal yang pasti: saya bersalah. Dan tidak ada lagi yang bisa dilakukan oleh seseorang yang bersalah, selain meminta maaf.

Terus terang saja, walaupun sebelumnya saya memang berniat meminta maaf secara langsung, bukan cuma lewat balasan email, keinginan itu sempat hampir mati digilas ego. Haha.

Namun ketika beberapa hari berlalu, saya tersiksa. Sedih rasanya melihat hubungan baik yang rusak gara-gara nila setitik. Untung saja, dengan bantuan nasehat dan motivasi dari Mario Teguh yang menyamar ke dalam tubuh kawan saya, berhasil saya kalahkan ego itu: meminta maaf dengan sederhana, langsung di hadapan bos saya.

Awalnya bos saya terlihat kaget menyaksikan saya yang serta-merta menjatuhkan diri di kursi di hadapannya. Tapi dalam hitungan sekian detik, wajahnya tiba-tiba terlihat cerah demi mendengar kata maaf yang meluncur dari bibir saya. Bersamaan dengan itu, dunia saya pun langsung ikut-ikutan cerah.

Fiuuuuuuuuuh!

PS. Thanks to Arif for being such a Mario Teguh :)

0 comments:

Post a Comment