December 15, 2008

TOO MANY RATNA IN THIS WORLD

Pagi kemarin, saya kedapatan sms dari seorang teman, yang agak sulit saya menyebutnya. Bisa dibilang teman baru. Tapi lebih cocok lagi disebut teman lama.

Dia ini adalah teman satu sekolah semasa SMP. Saya tidak pernah berkesempatan mengenalnya lebih jauh selain secuil fakta mengenai nama lengkapnya. Sisanya, adalah opini saya pribadi berdasarkan pengamatan jarak jauh. Menurut saya waktu itu, teman saya ini adalah tipikal orang yang eksklusif, karena dia kelihatan membatasi diri dan cuma bergaul dengan kelompoknya.

Nah, beberapa bulan lalu, secara tidak sengaja, kami bersinggungan di salah satu situs pertemanan. Kalau tidak salah awalnya kami membahas musik — atau buku, saya lupa. Sejak saat itu, kami menyadari bahwa kami punya kesamaan minat, sehingga sering menyempatkan diri ngobrol-ngobrol via internet.

Pelan-pelan, opini masa sekolah saya tentang dia berguguran. Dia sedikit pun tidak sama dengan penilaian saya. Malah untuk beberapa hal tertentu, saya seperti melihat diri saya sendiri di dalam dia. Yang selama ini saya anggap sebagai eksklusifitas ternyata adalah persoalan chemistry. Sama seperti saya, dia punya mindset yang tidak biasa mengenai beberapa hal. Sehingga tentu saja sesuatu yang indah bernama chemistry itu tidak akan menampakkan diri apabila tidak diakomodir oleh entitas maha penting bernama mindset. Jadi, begitulah, sama seperti saya, dia tidak mudah bergaul akrab dengan semua orang. Terlihat seperti semacam kekakuan dalam pergaulan. Sesuatu yang tidak pantas dibanggakan, tapi saya percaya betul pada sebuah kalimat: we can’t be everyone’s friend. Demikianlah akhirnya dia resmi saya catat sebagai satu dari beautiful people.

Pada 8 Desember yang lalu, teman saya itu berulang tahun. Pagi-pagi saya ucapkan selamat lewat sms. Lalu dibalasnya dengan ucapan terimakasih. Tiba-tiba, pagi kemarin, dia mengirimi saya sms yang isinya cukup mengejutkan.

Wa Na tnyata ulangtaun kt deketan ya. Dan gw baru tau skrg klo kmrn was ur bday. Happy belated bday ya! Smoga sehat2 terus dan tmbh bijak. Have a nice year ahead.

Saya langsung heran. Karena hari itu jelas-jelas bukan hari ulang tahun saya. Namun meski heran kenapa dia bisa-bisanya salah informasi, tetap saja saya senang membaca smsnya. Atau lebih tepatnya saya GR. Hahaha. Selama beberapa detik saya senyum-senyum sendiri memandangi kata-katanya. Pikir saya waktu itu, kapan pun tanggalnya toh tidak ada bedanya, intinya dia mengingat hari kelahiran saya. Tapi rupanya, semesta tidak mengizinkan seseorang menikmati kegembiraan yang bukan haknya. Terbukti dari sms kedua yang menyusul tidak lama kemudian.

Err Na, sori salah Ratna! hehehe.

Kata-katanya singkat. Namun jelas dan padat. Sadarlah saya akhirnya tentang apa yang sebenarnya terjadi. Rupanya dia telah memilih nama Ratna yang salah dari buku teleponnya. Sesuatu yang sama sekali tidak membuat saya heran mengingat ada banyak sekali Ratna di dunia ini. Jadi demikianlah, tulisan panjang yang melebar kemana-mana ini sebenarnya hanya ingin bercerita tentang betapa pasarannya nama saya. Heheheh.

0 comments:

Post a Comment