Kamu memang jagonya meninggalkan jejak.
Tak satupun kaki memiliki lekukan seindah jejak yang kamu tinggalkan, tak setengahnya, tak juga seperempatnya. Tak ada yang seindah kamu.
Tak pula ada debu selekat jejak yang kamu tinggalkan. Segala kebingungan dan ketidaknyamanan yang pernah kamu berikan masih jua berbekas meski rajin disikat waktu. Tak ada yang sesulit memahami kamu.
Kamu memang jagonya meninggalkan jejak.
Maret 2009


0 comments:
Post a Comment