Hujan rintik-rintik ketika malam itu saya pulang kantor. Turun dari bis kota, saya bergegas menaiki angkot yang sedang berjajar di seberang jalan. Baru sekejap duduk, tiba-tiba sebuah tangan mencengkeram lengan baju saya dari arah kanan. Saya sudah hampir menduga bahwa saya punya penggemar berat yang sedang histeris, ketika saya lihat siapa gerangan pelakunya.
Oh, seorang bayi rupanya. Mungil. Duduk di pangku ibunya persis di pojok kanan saya. Dalam kegelapan, sepasang matanya yang bulat bersinar-sinar menatap saya. Sementara ibunya cuma tersenyum kecil. Kasihan, mungkin sedari tadi dia bosan, duduk dalam angkot sepi yang cahayanya temaram, sehingga langsung terhibur melihat kedatangan saya yang berkemeja warna-warni.
Eh, cengkeramannya kuat, rasanya masih terasa bekas cakarnya di kulit saya.
Dan matanya yang bulat bersinar itu, sampai hari ini, rupanya juga masih membekas di kepala saya.
Aih, semoga kapan-kapan bisa bertemu lagi.


0 comments:
Post a Comment